
iNews Sendawar – Ketegangan geopolitik dunia yang terus meningkat memunculkan kekhawatiran serius di kalangan pelaku usaha nasional. Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DKI Jakarta menyatakan bahwa kondisi ini telah memberikan tekanan tambahan bagi dunia usaha, terutama sektor yang bergantung pada impor bahan baku.
Ketua KADIN DKI Jakarta, Diana Dewi, menilai memanasnya konflik internasional berpotensi memperburuk situasi ekonomi, terutama dari sisi moneter dan stabilitas pasokan. “Kita khawatir sekali dari segi moneter, potensi inflasi, dan terutama bagi pengusaha yang bergantung pada bahan baku dari luar negeri. Ini mengkhawatirkan sekali,” ujar Diana dalam wawancara dengan Pro3 RRI, Selasa (24/6/2026).
Baca Juga : Legislator Minta Antisipasi Menurunnya Industri Dampak Konflik Israel-Iran
Meskipun dampak langsung konflik global belum sepenuhnya terasa di Indonesia, tekanan ekonomi akibat defisit fiskal, ketegangan perdagangan, dan efisiensi anggaran sudah lebih dulu membebani pelaku usaha. Diana menyebut beberapa sektor bisnis sudah mulai menunjukkan tanda-tanda pelemahan, khususnya industri sandang dan sejumlah korporasi besar yang sensitif terhadap harga bahan baku impor.
“Sekarang bank juga lebih waspada, mereka menahan diri dalam mengucurkan dana. Ini tentu berdampak besar bagi teman-teman pelaku usaha, terutama yang sedang dalam kondisi tidak baik-baik saja,” tambahnya.
Kondisi ini diperparah oleh kehati-hatian lembaga keuangan dalam memberikan pembiayaan, sehingga menghambat perputaran modal di sektor riil. Menurutnya, ketika akses modal menyempit, usaha kecil dan menengah menjadi kelompok yang paling terdampak.
Solusi Ekonomi Jangka Panjang: Hilirisasi dan Kedaulatan Pangan
Sebagai solusi jangka menengah hingga panjang, Diana menegaskan pentingnya memperkuat struktur ekonomi domestik. Ia mendukung penuh kebijakan hilirisasi industri dan kedaulatan pangan yang menjadi fokus pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Kita negara agraris, tapi sistem yang terbentuk membuat semuanya ingin instan. Kita lupa bahwa Indonesia punya sumber daya besar yang bisa dioptimalkan,” ujar Diana.
Ia mendorong agar pemerintah mempercepat implementasi program-program berbasis sumber daya lokal dan mendorong transformasi industri dari berbasis impor menjadi berbasis produksi dalam negeri.
KADIN juga mengimbau para pelaku usaha untuk memperkuat kerja sama antar sektor dan memperluas jaringan lokal sebagai langkah mitigasi risiko. Dengan kolaborasi dan penguatan pasar domestik. Diana optimistis dunia usaha Indonesia bisa tetap tumbuh meskipun di tengah tekanan geopolitik yang meningkat.















